MAKANAN KHAS JAWA TIMUR
Rujak Cingur Surabaya
- Bahan Masakan :
- - 50 gram kangkung yang sudah dibersihkan
- - 50 gram taoge
- - 75 gram kecipir (belah dua memanjang)
- - 75 gram ketimun
- - 100 gram bengkuang
- - 50 gram mangga muda
- - 75 gram tempe goreng
- - 250 gram cingur (tulang rawan hidung sapi) kulit kikil sapi, rebus
- Bumbu Rujak Petis :
- - 6 buah cabai rawit atau sesuai selera
- - 2 sendok makan kacang tanah goreng
- - 200 gram petis udang
- - 1 sendok teh terasi bakar
- - 1 buah pisang batu parut kasar
- - 1 sendok teh asam
- - 50 cc air matang
- Cara Memasak Rujak Cingur :
- 1. Rebus kangkung, taoge dan kecipir hingga matang, angkat.
- 2. Potong-potong ketimun, bengkuang, mangga muda, tempe goreng, tahu goreng dan cingur, sisihkan.
- 3. Buat bumbu rujak petis: haluskan cabai, terasi, kacang tanah goreng dan petis sampai tercampur rata. Masukkan parutan pisang batu, asam dan air matang, haluskan lagi.
- 4. Cara menghidangkan : Campurkan bumbu rujak petis dengan sayuran rebus, buah-buahan, tempe goreng, tahu dan cingur. Aduk sampai rata.
- Hidangkan bersama nasi lontong ketupat
- Catatan :
- Campur bumbu rujak petis dengan sayuran, tahu, tempe dan buah-buahan.
Lalu apa bedanya rujak cingur dengan rujak uleg atau rujak sayur.? Seperti namnya, makanan khas Jawa Timur ini memiliki keistimewaan, yaitu adanya penambahan bahan cingur pada rujak.
Cingur adalah bagian dari badan Sapi, yaitu tulang rawan di sekitar bibir atau moncong Sapi. Dalam bahasa Jawa, Cingur berarti bibir. Selain di daerah bibir, bisa juga menggunakan tulang rawan di sekitar kaki Sapi (kikil)
Bagi warga Indonesia, khususnya penduduk Jawa Timur, makanan rujak cingur tentu bukan makanan yang asing lagi di lidah. Rujak yang disebut salad Jawa ini memang memiliki cita rasa yang unik, terutama pada bumbu rujak yang berbahan kacang goreng. Rujak cingur ini banyak di jumpai di Jawa timur khususnya di Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya. Di mall-mall besar pun di Jawa Timur selalu ada pujasera yang menyajikan rujak cingur sebagai menu utama. Kalau tidak suka Pedas bisa pesan yang tidak pakai lombok. karena rujak cingur selalu bumbunya di buat saat itu juga,jadi bisa diatur pedas atau tidak. Malah bisa melihat goyangan penguleknya yang khas jika mau membuat Rujak Cingur. Mari buru rujak cingur sekarang juga. yang Enak rujak cingur di Plasa Surabaya, Jl. Gajah Mada Sidoarjo (depan matahari) , Rujak Cingur di Ploso (Kecamatan Krembung – Sidoarjo). Mari Kuliner bersama Makanan Khas Jawa.
Rujak Cingur | Khas Surabaya | Kuliner khas Surabaya
Nasi Boranan Lamongan
- bahan-bahan/bumbu-bumbu :
- bahan gimbal poho:
- 150 gram singkong parut
- 50 gram kelapa parut kasar
- bumbu halus:
- 2 siung bawang putih
- 1/2 sendok teh merica
- 1/2 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh gula pasir
- bahan ikan kuah pedas:
- 2 ekor ikan bandeng (550 gram), dipotong 4 bagian
- 2 lembar daun salam
- 2 cm lengkuas, dimemarkan
- 1/2 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh gula pasir
- 400 ml santan dari 1/4 butir kelapa
- 1 batang daun bawang, diiris halus
- 2 sendok makan minyak untuk menumis
- bumbu halus:
- 3 buah cabai merah besar
- 2 buah cabai merah keriting
- 3 butir kemiri, disangrai
- 2 siung bawang putih
- 1 cm kunyit, dibakar
- 4 butir bawang merah
- 2 cm jahe
- 1/2 sendok teh ketumbar
- 1/2 sendok teh terasi
- 1 cm kencur
- 1/4 sendok teh jinten
- bahan peyek kacang:
- 150 gram tepung beras
- 250 ml santan dari 1/4 butir kelapa
- 3/4 sendok teh garam
- 1 kuning telur
- 5 lembar daun jeruk, buang tulang, iris halus
- 150 gram kacang tanah, belah dua, goreng setengah matang
- bumbu halus:
- 4 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 2 sendok teh ketumbar
- 2 cm kencur
- 1 cm kunyit, dibakar
- bahan pelengkap:
- nasi putih
- daun pisang
boranan atau nasi boranan adalah makanan khas kota Lamongan Jawa Timur. Untuk itu, penjual nasi boranan ini bisa ditemui di setiapsudut-sudut kota Lamongan, baik disiang hari maupin di malam hari.
Disebut nasi boranan karena tempat untuk menyimpan nasi terbuat dari anyaman bambu yang oleh warga sekitar disebut boran. Dulu, alat penyimpan nasi ini kerap dijadikan tempat menyimpan nasi sebelum ditemukannya perabot rumah tangga modern. Selain itu, nasi akan terasa lebih sedap jika disimpan di boranan.
Ciri khas lain menu ini adalah sambal boranan, yakni racikan bumbu lengkap yang telah di goreng, dengan porsi cabe lebih banyak sehingga sambal boranan ini selalu terasa pedas. Biasanya, ibu-ibu yang memasak nasi boranan ini masih menggunakan bahan bakar kayu agar bau nasi dan sambalnya terasa lebih sedap.
“Rasa khas nasi boranan ini ada pada sambal dan ikan Silinya. Ujar Sukrisno, salah seorang penikmat nasi Boran asal Tuban.
Konon, nasi boranan hanya dibuat dengan lauk ikan sili, namun karena ikan sili saat ini kian langka, maka sekarang banyak pilihan untuk lauknya. Mulai dari Ayam, ikan Bandeng, ikan Gabus dan juga Udang.
Jika dimakan di tempat penjualan, nasi boranan
dihidangkan dalam bentuk pincuk yang terbuat dari daun pisang. Menurut para pelanggannya, hidangan seperti ini terasa lebih nikmat.
Lontong Kupang Sidoarjo
- Bahan:
- 1 kg kupang, kukus, ambil kuahnya
- 3 buah lontong yang siap pakai
- Bumbu:
- 3 buah bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 2 btr kemiri
- 1/2 sdt merica
- 1/2 sdt ketumbar
- 3 lembar daun jeruk
- 2 ruas laos
- 2 ruas jahe
- 3 batang serai
- garam dan gula secukupnya
- Sambal:
- 25 buah cabai rawit, rebus
- 2 siung bawang putih, goreng
- garam dan gula secukupnya
- Petis:
- 250 gr petis udang
- 2 siung bawang putih goreng
- garam dan gula secukupnya
Es Pisang Ijo Malang
- Bahan:
- Pisang Ijo:
- 200 g tepung beras
- 1 sdm tepung kanji
- 50 g gula pasir
- 2 sdm air daun suji pandan
- 400 ml santan encer
- 6 buah pisang kepok/tanduk/raja sereh, kupas
- daun pisang/plastik tebal
- Bubur:
- 100 g tepung beras
- 600 ml santan segar yang sedang kentalnya
- 1 lembar daun pandan
- 1/2 sdt garam
- Pelengkap:
- Santan matang
- Sirop Merah
- Es Batu
- Cara membuat:
- * Pisang Ijo:
- * Aduk tepung beras, tepung kanji, gula, air daun suji dan santan hingga larut.
- * Masak di atas api kecil sambil aduk-aduk hingga kental dan matang.
- * Angkat dan dinginkan.
- * Ambil 2-3 sdm adonan, ratakan di atas selembar daun pisang atau plastik tebal.
- * Beri sepotong pisang di tengahnya. Bentuk adonan seperti pisang.
- * Kukus dalam kukusan panas selama 30 menit hingga matang.
- * Angkat dan dinginkan.
- * Bubur:
- * Aduk tepung beras dengan santan, pandan dan garam hingga larut.
- * Masak di atas api sedang hingga kental dan matang.
- * Angkat dan dinginkan.
- * Penyajian : Potong-potong pisang ijo, taruh di mangkuk saji.
- * Beri bubur, santan, sirop merah dan es batu.
- * Sajikan.
Kini selera makan masyarakat Indonesia makin beragam. Tidak melulu makanan londo cepat saji yang sekarang kian merebak, penikmat kuliner juga mulai melirik makanan tradisional Nusantara. Kalau sudah berkunjung ke kota Malang tapi tidak mengincipi jajanan satu ini rasanya kurang lengkap.
Menu makanan dengan bahan dasar pisang berbalut tepung berwarna hijau ini sangat menggugah selera. Di daerah Malang jajanan es pisang ijo oni tersaji dalam berbagai aneka rasa. Dari pisang ijo tradisional dikembangkan dengan campuran vla ditambahkan dengna berbagai rasa vanila, keju , hingga durian. Di bandingkan dengan dengan es pisang ijo makassar yang hanya dibungkus terigu berwarna hijau pandan plus lumuran vla ditambah sirup sebagai pemanis es pisang ijo malang memiliki varian rasa yang lebih menggugah selera dan lebih unik.
Es yang satu ini dijamin dingin mengenyangkan. Paduan pisang dan tepung beras plus bubur, sirop dan es batu membuat es ini benar-benar istimewa. Cocok dinikmati saat udara panas dan perut lapar.
Lontong Balap
- Bahan:
- -5 buah lontong, potong-potong
- -100 gram taoge
- -200 gram tahu digoreng, potong-potong
- -10 buah lentho atau perkedel singkong, potong-potong
Lontong Balap adalah salah satu makanan khas kota Surabaya yang tidak didapatkan di daerah lain. Lontong balap merupakan campuran bahan makanan khas; lontong, sayur kecambah/taoge dengan “ikan” tahu goreng dan lento. Dengan taburan brambang goreng, daun brambang dan sambal petis yang pedas menambah mantap dan lezat rasa lontong balap.
Nasi Becek Nganjuk
- Bahan:
- 500 gr daging kambing, atau boleh dicampur jeroan kambing, potong dadu
- 500 ml santan encer
- 3 sdm minyak, untuk menumis
- 1 btg serai, memarkan
- 3 lbr daun jeruk
- 1 btg kayu manis (sekitar 3 cm), panggang
- 300 ml santan kental
- Bumbu halus:
- 1 sdt garam
- 1 sdt gula pasir
- 5 btr bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 5 btr kemiri, sangrai
- 1 sdt ketumbar, sangrai
- 1 sdt merica
- 1 ruas jari jahe, bakar
- 1 ruas jari kunyit, bakar
- 1 ruas jari kencur, panggang
- 1 ruas jari lengkuas
- 5 lbr daun jeruk
- Pelengkap:
- 2 sdm sambal cabai rawit
- 2 sdm irisan kucai
- 6 lbr kol, iris halus
- 100 gr tauge pendek
- 30 tusuk sate kambing bumbu kacang, siap saji
- 1 bh jeruk nipis
- 600 gr nasi putih
Sego becek adalah hidangan yang mirip dengan kari/kare kambing. Isi dari sego becek nyaris serupa dengan soto babat, namun diberi potongan sate kambing yang telah dilucuti dari tusuk satenya. Daging yang dipilih adalah daging kambing. Tidak lupa diberi potongan bawang merah yang menambah kenikmatan rasa hidangan ini.
Secara keseluruhan, rasanya mungkin cenderung mirip dengan mayoritas makanan sejenis yang berkembang di daerah Solo, Jawa Tengah. Cenderung manis dan tidak asin, berbeda dengan umumnya hidangan utama ala Jawa Timuran yang cenderung asin.
Nasi Becek Khas Kota Ngajuk biasanya dapat
dengan mudah di jumpai didaerah sekitar jalan Dr. Soetomo di kota
Nganjuk.
Nasi Becek berbahan baku tetelan/balungan kambing atau domba. Jadi bahannya mirip-mirip dengan bahan thengkleng. Sementara bahan yang lain yang berupa taburan tauge pendek mirip dengan Rawon. Demikian pula kuahnya, mirip dengan perpaduan antara keempat jenis masakan di atas. Kekhasan lainnya adalah taburan irisan seledri dan bawah goreng. Selain itu, sambal yang berupa gecekan cabai rawit yang teh direbus dan dibuang isinya juga menjadi sesuatu yang khas dalam sajian Nasi Becek. Jadi, penikmat Nasi Becek tidak perlu blingsatan mencari sambel karena rasa pedas Nasi Becek yang berasal dari cabe rawit yang telah dimasak dan digilas telah dicampurkan ketika disajikan. Tidak perlu khawatir, rasa pedas dalam Nasi Becek ini tidak akan terasa ”nyether” di lidah karena memang telah diukur (hanya satu cabai rawit matang yang telah dibuang isinya) yang disertakan dalam satu mangkuk Nasi Becek.
Menyantap Nasi Becek ibarat menyantap Thengkleng dengan campuran Rawon, Soto Sulung, Gulai, dan Thengkleng itu sendiri. Tauge pendek yang dicampurkan di dalamnya memberikan efek segar krenyes-krenyes. Seledri juga memberikan sentuhan aroma lain yang menyingkirkan aroma khas daging kambing yang biasanya agak prengus. Demikian pula taburan bawang merah gorengnya. Kuah Nasi Becek juga kelihatan cokelat seperti Rawon. Namun sedikit berlemak seperti Gulai.
Rawon Nguling Malang
Salah satu tempat kuliner di Malang yang selalu didatangi pengunjung adalah Rawon Nguling, yang terletak tak jauh dari alun-alun kota Malang. Apalagi kalau bukan karena rasa rawonnya yang super mantap. Panas atau hujan tak menjadi kendala ketika lidah ingin mencicipi masakan yang berwarna kecoklatan ini.
Berikut parade makanan yang kita pesan sewaktu kunjungan ke Rawon Nguling beberapa saat yang lalu.
Rawon, tentu saja masakan ini wajib untuk di pesan. Masakan ini dibagi menjadi dua kategori (ceile… pakai kategori hehehe) yaitu : Rawon dengkul dan rawon biasa. Rawon apapun yang di hidangkan rumah makan ini rasanya nendang abis, bikin lidah berputar-putar tak henti antara menyeruput kuah dan merasakan paduan bumbu-bumbu yang nikmat.
Perlu diingat, rawon dengkul ini menurutaku cukup banyak mengandung kolesterol, jadi bagi anda yang mempunyai kolesterol tinggi, sebaiknya menyantap rawon yang biasa saja yaitu rawon daging. Tetapi rawon dengkul ini sangat sayang untuk di lewatkan begitu saja, menurutku rasanya luar biasa nikmat. Jadi pilihan di tangan anda, mau rawon dengkul atau rawon daging, dua-duanya membuat ketagihan.
Apapun makanannya, makanan pendamping tetap tempe goreng yang menjadi pilihanku. Kota Malang terkenal dengan tempenya. Jika anda suka, babat rawis (babat yang berlipat-lipat) bisa dijadikan makanan pendamping untuk menambah kenikmatan menyantap rawon.
So…. jangan lupa kalau berkunjung ke kota Malang, silahkan di cicipi hidangan di sini.
Rawon Nguling, Jl. Zainul Arifin No. 62 Malang, Telp. 0341 – 324684
Nasi Tumpang
Nasi tumpang adalah masakan asli daerah Kediri. Nasi tumpang adalah nasi
yang menggunakan kuah berupa sambal tumpang.Sambal tumpang sendiri
merupakan sambal yang dibuat dengan bahan baku tempe yang sudah basi
(tempe bosok) dan dimasak dengan ayam serta kadang-kadang rambak (kulit
sapi). Cara penyajiannya sama persis dengan nasi pecel yang sudah
populer.
Tidak semua tempe bisa digunakan. Hanya daerah tertentu yang dapat
menghasilkan tempe yang dapat basi sesuai dengan yang diinginkan. Tempe
daerah Malang juga tidak bisa digunakan sebagai bahan sambel tumpang,
karena tidak bisa basi sesuai dengan kriteria sambal tumpang. Kalaupun
dipaksakan dibuat bahan, maka rasanya tidak dapat sesedap aslinya.
Nasi tumpang populer di daerah Kediri dan sekitarnya dan digunakan
sebagai menu sarapan pagi, dijual di warung-warung makan di pagi hari
yang hanya menjual nasi pecel dan nasi tumpang. Di pusat kota Kediri,
tepatnya di Jalan Dhoho, setiap malam di atas pukul 21.00 WIB, setelah
pertokoan tutup, seluruh trotoar di jalan itu menjadi warung lesehan
nasi pecel dan nasi tumpang. Mirip dengan lesehan gudeg di jalan
Malioboro Jogjakarta.